Semua orang punya utang,
apalagi cewek, mereka pasti punya utang yang sering dipake tiap hari buat daleman
itu kutang. Eniwei, belakangan ini netijen digemparkan oleh salah satu program
acara televisi yang mitosnya mampu melunaskan utang-utang para pesertanya. Tepat
sekali, Mikrofon Pelunas Kutang Hutang. Jadi, peserta disuruh nyanyi dan
dinilai oleh para juri, mereka yang terpilih harus milih satu diantara banyak
mikrofon yang dipercaya bisa melunaskan utang-utangnya, kalo beruntung, berapa
pun jumlah utangnya bakal dilunasin sama stasiun tipi kurang kerjaan ini. Tapi,
kalo diliat-liat jumlah utang para peserta yang ikut kontes ini gak
banyak-banyak amat, jadi disini gue merangkum utang-utang apa aja yang kudu
kalian daftarin kalo mau ikut kontes ini biar gak rugi. Cekidot!
Showing posts with label lagi error. Show all posts
Showing posts with label lagi error. Show all posts
Belakangan ini netijen meributkan tentang pemeran tokoh
Dilan dalam film Dilan 1990. Sejak tim film Dilan 1990 mengumumkan Iqbaal ex CJR sebagai Dilan, banyak netijen yang kecewa, ada yang bilang kalo
Iqbaal kemudaan lah, tampangnya kurang badboy lah, kalo makan bakso pentol yang
gede dimakan terakhir lah, macem-macem. Sebenernya gue juga kecewa sih sama
keputusan tim film Dilan 1990 yang milih Iqbaal sebagai Dilan, jadi gue udah merangkum
siapa aja nama-nama yang cocok memerankan karakter Dilan. Cekidot!
Kali ini gue mau cerita tentang misteri yang menimpa gue
beberapa hari yang lalu, cerita ini mengandung cerita mistis dan kayak ada
ghaib-ghaibnya gitu. Buat temen-temen yang mau baca, tolong jangan baca cerita
ini pas tengah malem. Kenapa? Soalnya kata bang Roma, jangan begadang bila
tiada artinya, apalagi begadang sambil baca postigan ga mutu gini. Huhuhu.
Kota Palembang merupakan kota yang tidak aman, kejahatan
bisa mengintai siapa saja disini. Mulai dari copet, kecoa terbang, sampe kasus
PHP dari gebetan yang setiap hari terjadi di kota ini. Palembang butuh sosok
seorang pahlawan pembela kebenaran, penuntas kebatilan, dan tukang angkat
jemuran. Inilah kisah dari pahlawan tersebut.
Waktu SMA pas masih jadi anak kost di tangerang, gue demen
banget ngumpulin duit receh bekas kembalian di supermarket. Biasanya sih harga
barang-barang yang dijual di supermarket itu nanggung-nanggung semua, misalnya
ada susu yang harga aslinya 6000, dijualnya 5800, dan ketika si kasir males
nyari duit 200 perak, doi pasti nanya kembaliannya mau disumbangin gak, gue
jawab dengan ketulusan hati yang palng dalam “Gak”, dan si kasir sibuk
ngubek-ngubek mesin kasir buat nyari duit 200 perak #MentalAnakKost #GakMauRugi




